Selamat Hari Ibu

December 21st, 2006 by dini

Dscn1102Kalau melihat kehidupan wanita (baca:seorang ibu) terutama di Jakarta sungguh menakjubkan. Pekerjaan seorang ibu memang tiada habis-habisnya. 24 jam penuh seorang ibu bekerja mengurus rumah tangga, suami dan anak-anak. Apalagi di jaman sekarang ini sudah lumrah ibu ikut membantu mencari nafkah dengan bekerja. Seorang ibu saat ini mempunyai peran ganda yang bisa dikatakan sungguh hebat. Pagi-pagi ibu sudah berangkat dan pulang di sore/malam hari. Sampai di rumah seorang ibu harus bekerja lagi mengurus anak-anak dan rumah tangga. Seakan tiada habisnya memang pekerjaan seorang ibu.

Sungguh, betapa mulianya seorang Ibu. Memang benar kalau surga berada di bawah telapak kaki ibu, dan selagi ibu kita masih hidup, bersyukurlah kita. Berbuat baiklah kepada ibu kita, sayangi beliau dan jangan berlaku kasar. Kasih ibu memang tiada batasnya dan berapapun yang kita berikan kepada ibu, tidak akan dapat menggantikan jasa Ibu ke kita.

Mama, terimakasih atas semua kasih sayang dan cinta yang telah engkau berikan kepada aku. Maafkan aku yang terkadang suka membuat mama risau, kecewa ataupun marah. Semoga Allah selalu memberikan rahmat, hidayah, perlindungan serta kesehatan kepada Mama. Sungguh Ma…aku sangat menyayangi Mama..selalu :-)

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2006

What I read on this month

December 16th, 2006 by dini

Fear_pic
State of Fear…

Buku
yang menjadi kontroversi di sejumlah kalangan itu baru aku baca minggu kemarin.
Dengan buku pinjaman dari temanku Etan, aku sungguh menikmati buku yang lumayan
tebal itu. Isinya sungguh menggelitik, thriller dan menyinggung isu global yang
menjadi isu dunia saat ini, global warming. Dalam buku tersebut Michael
Crichton sang pengarang menyebutkan bahwa sebetulnya isu global warming
hanyalah bikinan belaka karena sebetulnya berdasarkan data yang ada ternyata
kenaikan suhu tidak terjadi. Kenaikan suhu hanya terjadi di kota-kota besar dan
disebutkan kenaikan suhu tersebut karena memang jumlah populasi yang padat.

Sementara itu dari data juga disebutkan bahwa ternyata tidak
ada kenaikan air laut yang selama ini selalu digembar-gemborkan khalayak. Bahkan
di Antarctica, volume es di benua tersebut
bertambah dan tidak ada pencairan es.

Yah memang semuanya itu kontroversi dan si pengaran itu
sendiri menyediakan data-data penelitian dari berbagai sumber. Terlepas dari
kontroversi itu, aku sendiri sih merasa kalau akhir-akhir ini suhu lebih panas
dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dan aku sendiri yakin kalau global
warming itu pasti ada karena peningkatan industri secara besar-besaran dan juga
penggunaan mobil yang meningkat drastis menyebabkan kadar CO2 yang semakin tinggi
di dunia.

Okey, itu sekilas tentang hal yang kubaca di bulan-bulan
terakhir. Masih ada buku lain yang aku baca seperti Agatha Christie, novel
romantis yang berjudul Note Book (duh romantis bangett) serta berbagai majalah
yang cukup memberikan banyak info seperti Femina, Cosmopolitan, Anggun, Cita
Cinta, Alia dan Gadis (!!). Hehehehe untuk Gadis, ya secara adikku berlangganan
secara rutin, kadang-kadang ikutan liat isinya. AbeGe banget siiyyy…

Oya juga tentunya koran Kompas yang aku baca tiap hari., dan
koran Republika dan KoranTempo yang aku baca tiap minggunya.

Wuiihhh…emang
membaca tuh udah menjadi hobi aku sejak kecil. Walaupun saat ini aku kadang
suka tidak sempat membaca karena pulang kantor terkadang sudah capek.

But, memang
sebetulnya kebiasaan membaca itu sudah harus digalakkan semenjak anak masih
kecil. Karena membaca itu menurutku sangat berguna…:-)

Ok, enough
for review apa yang aku baca di bulan ini. Sekarang aku mau siap-siap mau ke
pameran di JCC dan ke Plaza Senayan membeli sesuatu yang aku perlukan.

See you in my next posting :-)

Selamat Tinggal Ramadhan 1427 H…

October 25th, 2006 by dini

Picture79 Akhirnya Ramadhan berakhir tepat di hari Senin, 23 Oktober 2006. Terlepas dari segala perbedaan yang menyebutkan bahwa 1 Syawal 1427 H jatuh di hari Senin, namun pemerintah menetapkan bahwa 1 Syawal 1427 H jatuh di hari Selasa. Berakhirnya Ramadhan sungguh membuat aku sedih dan merenung terutama di akhir-akhir Ramadhan. Amalan apa saja yang telah kulakukan selama Ramadhan di tahun ini? Sekali lagi aku sesali, aku tidak memanfaatkan Ramadhan ini dengan semaksimal mungkin. Bulan seribu bulan, bulan yang terbaik di antara  semua hari dan saat, bulan yang tidak tertandingi di hari-hari manapun, bulan yang paling menyedihkan ketika ditinggal, kawan yang ditunggu yang menyedihkan perpisahannya…. Di Ramadhan ini begitu banyak target yang tidak tercapai. Bacaan Al Quran-ku tidak khatam, aku tidak setiap hari bisa bertarawih, aku tidak banyak berdzikir mengingatmu dan masig banyak emosi yang meluap pada saat puasa. Niatku untuk bertarawih satu kali saja di Mesjid At-Tiin tidak tercapai. Kesibukan bekerja dan kondisi

kota

Jakarta

yang sangat macet pada saat jam pulang kerja membuat aku terkadang terlalu lelah sehingga aku tidak sempat lagi melakukan amalan-amalan di malam hari. Sungguh, betapa sedih aku saat aku menyadari bahwa sudah banyak sekali hari-hari Ramadhan yang terlalui begitu saja. Dan tiba-tiba sudah saatnya merayakan Idul Fitri.

Seperti doa yang aku kutip dari buku “Doa & Amalan Harian di Bulan Ramadhan” terbitan Zahra yang aku baca di saat-saat terakhir Ramadhan:

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa kami saat ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidup kami

Seandainya Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa terakhirku, maka jadikanlah sebagai puasa yang dirahmati

Dan janganlah Engkau jadikan sebagai puasa yang tidak diterima

Amiennn….

Picture81

Semoga aku dan keluargaku bisa bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan…

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H

Mohon Maaf Lahir dan BatinPicture72

Kenangan Lebaran…

October 16th, 2006 by dini

Kemarin saat aku meng-SMS saudara sepupuku yang ada di Surabaya, Mas Danang, untuk menanyakan suatu hal, baru aku menyadari bahwa sudah lama aku tidak ketemu dengan saudara sepupuku di Surabaya. Di Surabaya ada Pakde Dandun dan Om Sugeng. Dan aku pun kembali terhenyak bahwa dengan saudara-saudara sepupu dari pihak Papa yang ada di Jakarta pun aku sudah jarang sekali bertemu.

Hal ini tentu saja membuatku miris..karena sesama saudara seharusnya kita saling bersilahturahmi. Masih segar dalam ingatan ketika aku masih kira-kira kelas 2 SD. Seluruh keluarga besar dari pihak papa semua kumpul di Blitar . Dulu biasanya kalau nggak naik pesawat ya naik mobil pribadi. Ortuku memang paling suka ke Jawa naik mobil pribadi, karena bisa mampir ke daerah-daerah lain. Tapi kebayang dong Jakarta-Blitar itu memakan waktu kira-kira 18 jam….Tapi biasanya sih kita menginap dulu di Semarang atau di Pekalongan. Begitu sampai di Blitar biasanya sehari sebelum Lebaran. Nah papa bersaudara itu ada 7 orang, jadi lumayan banyak lah sepupu-sepupuku. Jadi saat aku masih kelas 2 SD, banyak sepupu yang sudah kuliah. Dulu aku kagum dengan salah seorang sepupuku yang pinter banget. Waktu itu dia baru keterima di UI Teknik Elektro dan mendapat beasiswa BPPT untuk kuliah teknik di UK. Sampai-sampai aku bercita-cita kelak jika aku sudah lulus SMA, aku akan mendaftar di BPPT (tapi sayangnya begitu aku lulus SMA, program beasiswa itu sudah ditiadakan). Kalau yang seumuran dengan aku ada mas Danang di Surabaya, Dek Arya yang waktu itu di Kalimantan karena Om Sugeng ditugaskan di Samarinda dan Dek Adit di Jakarta.

Biasanya pada malam takbiran, kami semua para sepupu yang kecil-kecil main kembang api atau petasan air mancur sambil bercanda-canda. Esok harinya setelah sholat Ied di alun-alun, biasanya adalah saat sungkeman. Lumayan lama juga kalau sungkeman ke Eyangti karena biasanya ada (baca: banyak) yang sungkem ke Eyang sambil nangis bombay. Kita yang masih kecil-kecil biasanya mendapatkan giliran terakhir. Nah sehabis sungkeman baru deh kita nyekar alias ziarah ke makam eyang kakung dan para leluhur2 yang lain. Biasanya kita juga sekalian ke makamnya Bung Karno karena makamnya eyang-eyang di belakangnya makam Bung Karno. Biasanya saat ziarah ke makam, salah seorang dari pakde/om (biasanya Pakde Dandun dan Om Mamik) yang menjelaskan ke kita (para cucu) silsilah dari eyang A. Misalnya ini Eyang A, beliau adalah isteri dari kakaknya Eyang B. Nah loo bingung kan…. :-D. Jadi, walaupun sudah sekian kali dikasih tau silsilah, tetep aja kalo kita ziarah lagi sudah lupa dan kembali nanya ke Pakde/Om, ini makamnya eyang siapa :-p

Trus makanan khas Blitar yang biasanya selalu kita makan bareng-bareng biasanya adalah rujak cingur, pecelan, dan es drop. Kalau es drop dibeli satu atau dua termos dan isinya dibagi2kan karena emang keluarga kita sangat banyak. Hmm enak bangetttt……..

Kalau mengingat masa-masa tersebut membuatku sangat merindukan sepupu-sepupuku. Ahh… kita memang sama-sama sudah dewasa sehingga waktu untuk kumpul pun sangat jarang. Bahkan di saat Lebaran pun aku kadang tidak bertemu dengan mereka. Kesibukan memang terkadang membuat kita tidak punya waktu,tapi apakah kesibukan sedemikian nyatanya sehingga melupakan silahturahmi antara keluarga?

*Mas Danang dan para sepupuku yang lain, aku rindu dengan kebersamaan keluarga besar kita saat Eyangti masih ada dan kita bermain-main bersama :-)*

Just take a walk when you….

October 12th, 2006 by dini

Jalan kaki adalah cara yang ampuh untuk menghilangkan gundah dan resah yang ada di hati. Dan itu terjadi pada diriku kemarin. Di saat pikiran lagi kalut dan kacau di sore hari sehabis Ashar, aku berjalan keluar kantor untuk menenangkan diri. Kebetulan memang aku butuh untuk ke wartel untuk menelpon. Dan akhirnya aku pun keluar sebentar jalan kaki.. Dan memang, jalan kaki makes me feel better. At least beberapa emosi negatif bisa sedikit tersalurkan (walaupun dikiiittt bangeett). Tapi yang paling ampuh emang menangis…Semua emosi bisa tersalurkan.

Yah semua sudah kupasrahkan kepada Allah… Semoga Allah memberiku kekuatan lahir dan batin…

Pilihan..

October 11th, 2006 by dini

Making a good decision…. Itu salah satu hal yang sulit dilakukan. Mengingat setiap option mempunya pros dan cons-nya. Hal ini baru saja terjadi di diriku kemarin dan hari ini. Di saat-saat sulit seperti itu, saran dan masukan dari keluarga terdekat sungguhlah amat penting. Kalau kita masih bimbang dan tidak tenang, serahkan semuanya kepada Allah SWT. Allah tahu yang mana yang terbaik untuk kita..Seperti tadi malam, di saat aku bimbang akan dua pilihan. Akhirnya aku memutuskan pilihan tersebut. Walaupun aku tahu resiko yang akan aku ambil. Seperti yang Papa bilang tadi pagi di mobil, dalam mengambil keputusan ada hal-hal yang menjadi patokan utama. Pertama apakah option tersebut sejalan dengan tujuan kita, dan yang kedua apakah lingkungan di optian tersebut juga sesuai dengan kita. Yah memang kadang kuakui juga, aku agak sulit kalau harus mengambil keputusan secara cepat. Banyak banget pertimbangan yang harus kupikir :-p. Padahal seorang pemimpin itu harus cepat mengambil keputusan lo.. Ya mungkin aku harus banyak belajar agar bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Dan semoga apa yang kuputuskan bisa terlaksana dan merupakan keputusan terbaik. Amieennnn….

*Ya Allah, aku pasrah dan kuserahkan semuanya kepada-Mu…*

My first Posting in Friendster blog..

October 4th, 2006 by dini

Jakarta Setelah dibujuk sama beberapa orang temenku, akhirnya jadi juga aku mem-publish blog versi Friendster. Sebetulnya aku sendiri udah punya blog di blogspot (www.dininur.blogspot.com), tapi Asti menyarankan biar banyak yang ngeliat ya buat juga di Friendster. Sekalian biar tambah terkenal katanya, kan bakalan banyak yang ngeliat :-D. Andi juga bilang hal yang sama. Ya udah akhirnya aku mulai deh menulis blog di Friendster.

Udah hari ketiga belas puasa niyy.. Alhamdulillah belum bolong :-D. Minggu-minggu ini bakalan banyak buka puasa bersama. Yah hitung-hitung bersilahturahmi lah. Btw, mulai kemaren kan aku di office Wisma BNI 46. Berhubung kalau bawa mobil macet (banget) dan parkirnya mahaaalll, akhirnya aku memilih naik bus. Berangkat diantar sama Papa, tapi pulangnya naik Bus Patas AC 10 jurusan Kampung Rambutan-Dukuh Atas. Akhirnya kemarin pertama kali aku pulang kantor naik bus…huehehhehehehehe. Dulu waktu SMA sih emang sering banget naik bus patas, cuma semenjak Kuliah jadi jarang bangettt..

Untungnya aku dapet tempat duduk dan bis berjalan pelan menuju Atmajaya. Sepanjang menuju Atmajaya jalannya bis emang pelan banget soalnya sambil nyari penumpang. Suara pengamen yang menyanyikan berbagai macam lagu termasuk OST. Heart mulai bersenandung di kupingku. Untunglah jalanan tidak terlalu macet sehingga nggak terlalu lama sampai di Atmajaya. Fiuuhhh…kuhembaskan nafas lega karena begitu lepas dari Atmajaya bus akan langsung masuk tol. Akhirnya bus berjalan dengan laju kencang di tol dan aku pun sampai juga di Jalan Baru. Alhamdulillah.. Aku pun melanjutkan perjalananku dengan naik ojek.